Minggu, 17 November 2013

Menjaga Kemabruran Haji

Sangat bersyukur dan berbahagialah umat Islam yang telah melaksanakan ibadah haji. Perjalanan haji saat ini menjadi kesempatan yang sangat sulit dan langka. Apabila dulu seorang jamaah cukup mempunyai biaya bisa langsung berangkat ke tanah suci namun saat ini sekalipun biaya telah mencukupi seorang Muslim harus menunggu belasan tahun untuk bisa mendapat giliran berangkat memenuhi panggilan Allah.
 
LDII - Haji Mabrur -Sesuai Sabda Nabi s.a.w. yang tertulis dalam Hadist Shohih Bukhari No. 1521 & 1773 Kitabul Haji dan Hadist Sunan Termidhi No. 810 Abwabul Haji seorang haji mabrur akan dihapus dosanya sebagaimana bayi yang baru lahir dari rahim ibunya dan haji mabrur merupakan tiket jaminan untuk masuk surga.
1521 – حَدَّثَنَا آدَمُ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا سَيَّارٌ أَبُو الحَكَمِ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا حَازِمٍ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ، وَلَمْ يَفْسُقْ، رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ»
… Aba Hurairoh meriwayatkan: Saya mendengar Nabi s.a.w. bersabda: “Barangsiapa haji karena Allah maka tidak jima’ dan tidak fasiq (melanggar larangan agama) ia kembali seperti hari dilahirkan ibunya”.
Hadist Shohih Bukhari No. 1521 Kitabul Haji

Rabu, 23 Oktober 2013

Ayo, Ber-Qurban!


Warga LDII di wilayah Kabupaten Sumedang melakukan penyembelih hewan kurba pada Idul Adha 1434 H, Selasa (15/10)  (Foto: Istimewa)

Saking pentingnya berqurban Rasulullah s.a.w mengecam seorang Muslim yang mampu namun tidak mau berqurban.

3123 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ، وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا»
__________
[حكم الألباني] حسن
… sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: “Barangsiapa memiliki keluasan harta dan tidak mau menyembelih qurban maka jangan mendekat tempat shalatku”.
[Hadist Ibnu Majah No. 3123 Kitabul Adlohi]

Minggu, 22 September 2013

Tanjungsari: Menjalin Kerukunan dengan Lomba TKT

Regu Tarik Tambang kota Tanjungsari  menyumbang medali emas bagi kontingennya
LDII PC Tanjungsari Kab. Sumedang menghelat kegiatan kerukunan dan keakraban di antara warga pengajian LDII sekecamatan Tanjungsari. Acara berupa Lomba TKT (Tarik Tambang, Karung Kelereng, Tata Tumpeng) diadakan hari Minggu (22/9) di Kompleks Mesjid Darussalam, Tanjungsari.  Dari tiga even dilombakan, Kontingen kota Tanjungsari mendulang 2 medali emas, kosong perak, dan nihil perunggu. 

Selasa, 10 September 2013

DPP LDII Gagas Silaturahim Syawal 1434 H

Halal Bi Halal Bersama Kemenag, MUI, Alim Ulama, Ormas & Tokoh Masyarakat

Silaturahim Syawal 1434 H LDII, MUI, Kemenag, ormas & Tokoh Masyarakat
Suasana Halal Bil halal diselenggarakan DPP LDII di Kantor DPP LDII, Patal Senayan, Jakarta
 Jakarta, Sabtu (24/8), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggagas Silaturahim di Bulan Syawal 1434 H ini. Hadir dalam acara ini diantaranya Kementrian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Alim Ulama, Ormas dan Tomas ( Tokoh Masyarakat).  Acara dihelat di Kantor DPP LDII, Patal Senayan, Sabtu (24/8).

“Persatuan dan kesatuan itu modal penting dalam membangun bangsa,” ujar Ketua Umum DPP LDII Prof DR KH Abdullah Syam, Msc. Namun, menurutnya persatuan dan kesatuan tidak boleh hanya berbunyi di ruang kosong, LDII ingin mewujudkannya dalam bentuk yang paling sederhana:  halal bi halal memperingati Hari Raya Idul Fitri di bulan Syawal 1434 H, kata Abdullah Syam yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB, tersebut.

” Dengan kata lain, dengan Idul Fitri kita kembali menghadirkan Pancasila sebagai fitrah bernegara sekaligus beragama. Dengan falsafah Pancasila, sesungguhnya kita telah selesai mendiskusikan hubungan agama dalam tautannya dengan negara. Nilai-nilai Pancasila sangat mendukung peningkatan kesalehan sosial,” papar Abdullah Syam.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Pasar Hewan Tanjungsari Alternatif Berburu Hewan Kurban

Gambar
Sapi-sapi baru datang siap diturunkan untuk digelar di Pasar Hewan Tanjungsari
Bagi kaum muslim yang membutuhkan domba atau kambing untuk akikah atau untuk keperluan kurban maupun konsumsi, maka Pasar Hewan Tanjungsari boleh jadi menjadi pilihan bagi masyarakat yang berada di Priangan Timur  dan sekitarnya. 
Pasar hewan ini menyediakan aneka ternak besar dan sedang seperti:  domba, kambing, sapi dan kerbau. Pasar hewan tidak digelar setiap hari, tetapi hanya  Selasa dan Sabtu mulai pukul 06.30-16.00 wIB.  Kecuali di saat menjelang Idul Adha, pasar hewan bisa buka setiap hari.

Selasa, 13 Agustus 2013

Kultum di Par TV Bersama Ustad H. Usep Aziz Solehuddin



Syutting Kultum Par TV
Ketua DPD LDII Kabupaten Sumedang, Bapak ust. H Usep Aziz Solehuddin pada Ramadlan tahun ini berkesempatan mengisi acara kultum (kuliah tujuh menit) di Parahyangan Televisi (par teve) tevenya urang Sumedang. Pada acara yang berdurasi sekitar 7 menit tersebut, beliau mengisi  15 episode atau 15 kali tayang. Hal tersebut merupakan bentuk kontribusi dan partisipasi LDII Sumedang untuk masyarakat Sumedang dalam bentuk dakwah. 

Selain itu dapat dimaknai sebagai media sosialisasi dan  membangun komunikasi sehingga tidak ada kesan  ekslusif.  “Sering kali ada orang yang mengatakan bahwa dakwah dan sumber ilmu LDII hanya berada di lingkungan internal LDII saja. Padahal kami terbuka menerima segala bentuk pengetahuan dan wawasan. Kami welcome dalam menyampaikan dakwah kepada siapa saja juga  pihak mana saja yang berkenan berbagi ilmu dan wawasan pengetahuan agama,” demikian ungkap Bapak ust. H Usep kepada kontributor  Official Blog DPD LDII Sumedang.

“Insya Alloh diharapkan program-program acara selanjutnya bernuansa dakwah bisa diisi juga oleh mubaligh-mubalighot di lingkungan LDII" ungkap Bapak H. Usep. Selanjutnya dikatakan, LDII juga berharap bisa bekerjasama dengan berbagai pihak untuk bersama-sama menyiarkan dakwah Islam. Kolaborasi yang baik akan dapat menghasilkan dakwah  yang efektif dalam rangka mempertebal kualitas keimanan, ‘ubudiyah dan muamalah umat Islam.   **(yya/uas)

LDII Sumedang Gelar Festival Anak Solih (FAS) II/2013

Ketua LDII Kab. Sumedang bersama para juara
 Menjelang bulan Ramadlan 1434 H, DPD LDII Kab. Sumedang menggelar Festival Anak Solih (FAS) II tahun 2013 dengan mengambil tempat di Dusun Lemburtengah Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara. Acara yang dilaksanakan pada hari Minggu, 7 juli 2013 tersebut diikuti oleh sekitar 350 peserta seusia Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Adapun FAS II melombakan beberapa cabang, seperti da’i cilik, murottal dan hafalan quran, hafalan do’a-do’a, menggambar, dan busana musim.

“Alhamdulillah, di tahun kedua ini pesertanya bertambah sekitar 30 persen,” ujar Ketua DPD LDII Kab. Sumedang, Bapak ust. H Usep Aziz Solehuddin. Lebih lanjut, Ketua DPD menjelaskan acara tersebut  diikuti oleh peserta se-kabupaten Sumedang mengusung tema mencerdaskan anak solih dan mensolihkan anak cerdas. Tema tersebut diungkapkannya memiliki makna bahwa anak tidak hanya memiliki kemampuan religius atau hanya intelektual saja, akan tetapi diharapkan keduanya sinergis.  

Selasa, 06 Agustus 2013

Etika Berlebaran Idul Fitri

 (LDII) Idul Fitri.IDUL FITRI  merupakan salah satu hari raya umat Islam sebagai tanda kemenangan setelah satu bulan penuh berjuang menahan lapar, dahaga dan hawa nafsu. Dalam masyarakat Indonesia Idul Fitri identik dengan baju baru, makanan enak dan silaturahim. Budaya Idul Fitri tersebut sangat pas dengan sunah tuntunan Nabi s.a.w.

Idul Fitri adalah saatnya memperbesar rasa sukur dan bersukacita bagi kaum Muslimin di seluruh dunia. Memakai baju bagus pada hari raya Idul Fitri juga merupakan tradisi yang dilaksanakan para sahabat pada jaman Nabi. Makan sebelum berangkat Shalat Ied dan tidak berpuasa juga termasuk sunah dalam Lebaran.

Idul Fitri tidak sepatutnya dirayakan dengan meluapkan kegembiraan yang berlebihan dengan cara berhura-hura, pesta-pora, membakar petasan dan kembang api yang menghambur-hamburkan biaya. Juga harus dihindari dalam momen Idul Fitri yaitu amalan-amalan jahiliyah seperti; berjabatan tangan laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya, nonton film cabul, bergaul bebas pria wanita dan berbagai kemaksiatan yang justru akan menodai makna suci Idul Fitri.

Sunah-sunah dalam Hari Raya yang jatuh pada 1 Syawal itu antara lain:

Jumat, 02 Agustus 2013

Selangkah Lagi LDII Melaksanakan Hisab Rukyat Mandiri

Menteri Agama Suryadharma Ali mengetuk palu memutuskan 1 Ramadan 1434 H jatuh pada Rabu, 10/7/2013. Dok. DPP LDII. 
Menteri Agama Suryadharma Ali mengetuk palu memutuskan 1 Ramadan 1434 H jatuh pada Rabu, 10/7/2013. Dok. DPP LDII.

Pemerintah melaksakan sidang itsbat pada Senin (8/7/2013) yang dihadiri 36 ormas Islam di kantor Kementerian Agama, Jl MH Thamrin Jakarta. LDII menjadi salah satu undangan sidang tersebut. Yang mengemuka dari sidang isbat kali ini adalah perlunya kriteria-kriteria yang disepakati bersama, agar tahun depan umat Islam bisa bersamaan dalam mengawali puasa Ramadan dan merayakan Idul Fitri.


LDII telah dua kali menjadi tamu undangan Kementerian Agama untuk menghadiri sidang itsbat untuk menentukan awal Ramadan. Ini merupakan langkah awal LDII untuk membentuk SDM mumpuni di bidang ilmu perbintangan atau falaq. LDII sejatinya sama halnya dengan ormas Islam lainnya, yang kesulitan dalam melakukan kaderisasi ilmu perbintangan, lantaran peminatnya sangat jarang.

Kamis, 01 Agustus 2013

Pengurus DPD LDII Kabupaten Sumedang dapat Kunjungan Pengurus DPW LDII Jawa Barat

Gambar atas: Para pengurus LDII Sumedang dalam silaturahim dengan mitranya (foto: admin)

Ketua DPW LDII Jawa Barat, Bapak H. Bachrudin M.M didampingi sekretarisnya, Bapak Kayat Sukayat, S.Pd melakukan silaturahim dengan mengunjungi jajaran pengurus LDII Sumedang, Selasa 30 Juli 2013.  Kunjungan dalam rangka safari Ramadhan dilakukan di Gedung Serbaguna Cilengkrang Sumedang.  Hadir Ketua DPD LDII Kabupaten Sumedang, Bapak ustad H. Usep Aziz Sholehuddin, dan pengurus DPD, PC serta PAC se-kabupaten Sumedang.

Dalam sambutannya, Bapak H. Usep Aziz Sholehuddin menyambut gembira kunjungan DPW tersebut.  Lebih lanjut Bapak H. Usep memaparkan bahwa seminggu sebelumnya  LDII Kabupaten Sumedang telah melakukan kegiatan buka puasa bersama dan silaturahim bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumedang, Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumedang, ormas Islam di kabupaten Sumedang (baca link ini: Silaturahim dengan MUI, Kemenag dan Ormas Islam se-Kabupaten Sumedang). Kehidupan sosial keagamaan di kabupaten terkenal penghasil tahu ini  sangat kondusif. 

Minggu, 28 Juli 2013

Itikaf dan Lailatul Qodar 10 Malam Akhir Ramadhan


Gambar samping. Mesjid tempat  melakukan i'tikaf dalam mempersungguh beribadah. Ada lipatan pahala seribu bulan  pada malam qadr di sepuluh malam terakhir (admin)

Pada masa kenabian Bani Israil ada 4 orang alim yang selama hidupnya 80 tahun beribadah kepada Allah tanpa berbuat kesalahan sedikitpun. Meraka adalah Ayub, Zakaria, Hizkil bin A’juz dan Yusak bin Nun. Kabar tersebut mengherankan sekaligus membuat iri umat Islam dan para sahabat pada masa Nabi Muhammad s.a.w. 

Kemudian Allah mengutus Malaikat Jibril untuk mengabarkan bahwa Allah menurunkan yang lebih baik dari itu yaitu Malam Qodar. Beribadah satu malam saat turunnya Lailatul Qodar pahalanya lebih baik dari pada beribadah selama seribu bulan atau 80 tahun penuh. Menurut petunjuk Rasulullah s.a.w. Malam Qodar jatuh di dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan.

1766 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيِّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: اعْتَكَفْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَشْرَ الْأَوْسَطَ مِنْ رَمَضَانَ، فَقَالَ: «إِنِّي أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَأُنْسِيتُهَا، فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ، فِي الْوَتْرِ»
__________
حكم الألباني] صحيح
… dari Abi Said Al-Hudri, berkata: Saya itikaf bersama Rasulillahi SAW sepuluh hari yang tengah dari bulan Ramadan maka Nabi bersabda,”Sesungguhnya saya diperlihatkan pada malam Qodr maka saya dilalaikan (oleh Allah) tentang Lailatul Qodr tersebut. Maka carilah Lailatul Qodr itu dalam sepuluh hari terakhir yang ganjil”.
[Hadist Ibnu Majah no. 1766 Kitabushiam]


Kamis, 25 Juli 2013

Silaturahim dan Buka Puasa Bersama antara LDII, Kemenag, MUI, dan Ormas Islam Kabupaten Sumedang

Jajaran Pengurus DPD LDII Kabupaten Sumedang mengadakan kegiatan Silaturahim dan Buka Puasa Bersama dengan  Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumedang,  perwakilan ormas Islam Muhammadiyah, Nahdatul Ulama dan Syarikat Islam  Kabupaten Sumedang pada hari Kamis, 25 Juli 2013.  Kegiatan berlangsung Masjid Sonda Al-Basyir Jl. Dewi Sartika, Sumedang  pukul 16.30 s.d. selesai.

Selain dihadiri Ketua MUI Kabupaten Sumedang, Bapak Drs. KH. Adam Malik Ibrahim, hadir pula beberapa ketua/pengurus MUI kecamatan seperti: Tanjungsari, Sumedang Selatan, Buahdua, dan sebagainya.  Dari LDII dihadiri oleh jajaran pengurus harian (DPD), Dewan Penasihat, dan Ketua PC/PAC di lingkungan DPD LDII Kabupaten Sumedang.  Kegiatan ini diliput oleh wartawan Sumedang seperti: Sumedang Ekspress, RKS, Par TV, dan Official Blog LDII Sumedang..  

Menag Suryadharma Ali Resmikan Pesantren LDII Nurul Iman Bogor (15/7)


Menteri Agama Republik Indonesia Suryadharma Ali meresmikan Pondok Pesantren NURUL IMAN Budi Agung, Bogor pada hari Senin, 15 Juli 2013.  Disela-sela kegiatan tsb, dilakukan pula  ifthar (buka puasa) bersama dan santunan 1000 (seribu) anak yatim.   Menag Suryadharma Ali secara terbuka menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LDII atas peran, upaya, dan konsistensinya dalam membantu kaum dhuafa dan menyejahterakan ummat.  (berita : nuansa online.net)


Memahami Perbedaan Prinsip Antara Bank Syariah dengan Bank Konvensional


Oleh : Ibnu Anwaruddin, SH., Angg. dept. KIM DPP LDII
Email : ian_pujakesuma@yahoo.co.id (Hp. 08174970703, 081383283313)

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” QS. Ali Imron, 3:130
Berbicara mengenai perbankan syariah sebenarnya tidak lengkap tanpa mengurai bagaimana sejarah, tujuan penerapan prinsip syariah, batasan-batasan prinsip syariah, jenis produk pembiayaan syariah, ketentuan hukum, Dewan Pengawas Syariah dll. Namun untuk mengawali rubrik syariah ini penulis tidak akan akan memaparkan secara keseluruhan mengenai hal-hal tersebut di atas, namun lebih kepada pokok permasalahan mengenai perbedaan yang mendasar antara prinsip syariah dengan prinsip konvensional.

Sebelum membicarakan beberapa perbedaan sistem bank Islam dengan sistem bank konvensional, perlu diberikan suatu penjelasan perbedaan antara bagi hasil dan pemberian bunga dalam bidang perniagaan, khususnya dalam operasional bank. Selama 4 tahun mengabdi pada sebuah bank yang beroperasional secara syariah, penulis banyak menemukan kesalahan pemahaman di kalangan banyak orang yang menganggap bahwa bagi hasil tidak ada bedanya dengan pemberian/pengambilan bunga, untuk dapat memahami perbedaan yang sangat mendasar tersebut terlebih dahulu harus dipahami hal-hal sebagai berikut :

Sabtu, 20 Juli 2013

Jatinangor, Kecamatan di Sumedang yang Bercita Rasa Nusantara

oleh: Wachyu

Jatinangor merupakan satu kecamatan berada di ujung barat daya kabupaten Sumedang cukup unik dan menarik. Terletak di perlintasan jalan raya pos  yang dibangun Gubernur Jenderal Daendels pada masa era kolonial.   Kecamatan ini dulu bernama kecamatan Cikeruh. Agar tidak tumpang tindih dengan desa Cikeruh, kecamatan memiliki lokasi di gerbang Unpad ini berganti nama menjadi kecamatan Jatinangor.

Kecamatan Jatinangor berbatasan dengan Kabupaten Bandung ini tepatnya dengan kecamatan Cileunyi.   Di utara, Gunung Manglayang ini tampak anggun menjadi latar kampus pendidikan berada di bawahnya. Desa Cibeusi berada di sebelah barat dan Cileles dan Cilayung di utara dan timur menjadi pembatas wilayah kampus pendidikan. Adapun jalan raya Jatinangor di sebelah selatan menjadi pembatas wilayah yang dulu  berupa perladangan itu.  Sejak tahun 1980-an menjadi pusat studi dan tujuan pelajar se-Nusantara, bahkan mancanegara.  Banyak mahasiswa Nusantara dan negeri tetangga turut menimba di sejumlah kampus terkemuka yang berada di sini. 

Syahdan, pada tahun 1982, IKOPIN berdiri. Institut Koperasi  Indonesia (Ikopin) merupakan lembaga kedinasan di bawah Departemen Koperasi dan UKM sebagai pusat unggulan pengembangan ilmu manajemen, perkoperasian, dan kewirausahaan di tanah air.  

APDN (Akademi Pemerintahan Dalam Negeri, kini IPDN, sebelumnya STPDN) dibentuk pertama kali tahun 1972 di Malang, dan beberapa kota lainnya. Sejak tahun 1988 dibentuk APDN Nasional (dengan nama STPDN) berpusat di Jatinangor Sumedang.  Lembaga kedinasan di bawah Kementrian Dalam Negeri ini  menyelenggarakan pendidikan kepamongan dengan mahasiswa berasal dari seluruh propinsi di Nusantara.  Tahun 2009, STPDN diintegrasikan  ke dalam Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), dan  lahirlah  Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). 

Sebelumnya, Universitas Padjadjaran (UNPAD) memindahkan kampusnya yang tersebar di beberapa tempat seperti: Dipatiukur, Dago Pojok, Sekeloa, Pasirkaliki ke  kompleks UNPAD Jatinangor Sumedang secara bertahap. Didahului Fakultas Peternakan tahun 1983 dari Dago Pojok, diikuti Fakultas Pertanian/PEDCA, MIPA,  dan di tahun 1990-an Fakultas Sastra, FISIP, FIKOM dan fakultas lainnya. Tahun 2012, UNPAD memindahkan Rektoratnya ke Jatinangor.

Kamis, 18 Juli 2013

LDII Resmikan Majelis Taufiq Wal Irsyad dan Green Dakwah


Jakarta (ANTARA News) -  Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) meresmikan berdirinya Majelis Taufiq Wal Irsyad yang bertugas melakukan analisis terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan beragama melalui telaah Alquran dan Alhadits untuk menyelesaikan berbagai problema yang dihadapi umat Islam.

Peresmian berdirinya majelis itu dilakukan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas LDII) di IPB International Convention Center, Bogor, Jabar, Rabu (11/4).

Pada kesempatan itu Menteri Agama Suryadharma Ali yang didampingi Ketua Umum DPP LDII Prof Dr Abdullah Syam, menyambut baik berbagai kegiatan positif LDII yang diharapkan dapat menghapus  stigma yang muncul  Indonesia saat ini dianggap menghambat kebebasan untuk memeluk agama.

Rabu, 17 Juli 2013

Asrama Caberawit Libur Panjang 2013

ASRAMA PENGAJIAN CABERAWIT

Pada liburan panjang sekolah tahun 2013 lalu, sejumlah PC/PAC LDII di lingkungan DPD LDII  Kabupaten Sumedang berhasil menyelenggarakan asrama bagi anak-anak usia taman kanak-kanak/sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan atas juga mahasiswa. 

Berikut adalah catatan asrama Caberawit. Untuk anak usia TK/SD, materi diberikan   adalah belajar membaca IQRA/Tilawati, tata cara shalat/berwudu, menghafal do'a-do'a, adab akhlak, dan mendengarkan kisah-kisah Nabi dan sahabat dibawakan oleh ustad/ustadzah setempat.  Materi diselingi kegiatan bersifat praktik, sehingga penyampaian materi  cukup atraktif dan menarik.  Panitia Asrama menyediakan konsumsi secara cuma-cuma bagi seluruh peserta.

Asrama pembinaan caberawit (anak usia dini/SD) maupun remaja dan dewasa secara rutin dilaksanakan di hari libur panjang di wilayah DPD LDII Kabupaten Sumedang.  Menurut Ketua DPD LDII Kabupaten Sumedang, Ustad H. Usep Aziz Sholehudin, kegiatan asrama bagi generasi muda memiiliki nilai strategis dalam membekali generasi dengan keilmuan dan penanaman karakter luhur dan mulia.   Keduanya, mengisi kegiatan liburan  yang efektif dan lebih bermakna.   

Di akhir kegiatan asrama, peserta asrama caberawit se-Kabupaten Sumedang unjuk kebolehan dalam Festival Anak Soleh II yang diadakan di kota Sumedang, 30 Juni 2013.   Mereka berkreasi dalam lomba mewarnai, adzan, do'a, murotal qur'an, dan sebagainya. Acara ini dapat dimaknai sebagai wujud silaturahmi dan refreshing menyenangkan bagi anak-anak. (admin1)

Rabu, 10 Juli 2013

Tertidur Seratus Tahun

Pada suatu hari ketika 'Uzair memasuki kebunnya yang subur dengan pepohonan yang hijau daunnya dan lebat buahnya. Hatinya terpesona dengan keindahan pemandangan kebunnya. Ia pun memetik beberapa buah-buahan untuk dibawa pulang. Setelah itu ia  pulang dengan keledainya sambil menikmati keindahan alam sekitarnya. Ia tidak sadar bahwa keledai yang ditungganginya telah tersesat jalan. Setelah sekian lama barulah ia sadar bahwa ia telah berada di suatu daerah yang tidak dikenali serta sudah jauh dari desa tempat tinggalnya.

‘Uzair memperhatikan sekeliling daerah yang asing itu.

“Hmm.. Tempat ini seperti bekas sebuah kampung yang binasa akibat peperangan dahsyat…” pikirnya.

Shalat Mencegah dari Perbuatan Keji dan Munkar

Ada seorang lelaki yang merayu-rayu seorang wanita agar mau melakukan zina dengannya. Segala jurus tipu daya ia lakukan untuk meruntuhkan keteguhan iman sang wanita. Memang, lelaki itu ganteng sekali, ditambah lagi ia sangat kaya dikampungnya. Tentu saja tidak sedikit wanita yang menaruh hati padanya. Bagaimana dengan wanita yang dirayunya itu ? Wanita tersebut sebetulnya sudah bersuami. Ia adalah seorang istri yang taat kepada suaminya. Suaminya sendiri adalah seorang yang taat pula. Perihal rayuan lelaki itu ia adukan kepada suaminya.

"Wahai suamiku, lelaki kaya yang tinggal disebelah sana itu seringkali menggoda aku. Ia tinggal masih sekampung dengan kita. Tiap kali ia berpapasan denganku, atau kebetulan saja bertemu dengannya, pasti saja ia merayu-rayu aku agar mau berbuat zina dengannya. Ia terus-menerus melakukan hal itu padaku. Apa yang harus aku perbuat, suamiku ?"

LDII GO Green di Kiarapayung Jatinangor Sumedang


DPD LDII Kabupaten/Kota se-Jawa Barat berkumpul di Jatinangor, Kabupaten  Sumedang Jawa Barat dalam rangka mengikuti Seminar dan Pencanangan Gerakan Penghijauan LDII GO GREEN Provinsi Jawa Barat.  Acara tersebut  dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat yaitu Bapak H. Dede Yusuf  pada tanggal 5 Agustus 2010 di Bumi Perkemahan Kiara Payung Jatinangor, Sumedang Jawa Barat.

DPD LDII Provinsi Jawa Barat beserta seluruh Ketua DPD LDII Kabupaten/Kota telah sepakat untuk melaksanakan Gerakan Penghijauan di Jawa Barat sesuai dengan arahan  yang tersurat dalam Pidato Ketua Umum DPP LDII Pusat yaitu : Bapak Prof. DR. Ir. KH. Abdulah Syam, M.Sc., APU. di mana  Beliau menginginkan Jawa Barat Hejo Lembok.

Dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan tersebut, DPD LDII Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat mencanangkan  Gerakan  Penghijauan di Jawa Barat dalam OBIT (One Billion Indonesian Trees=Obit)  dan program ini  akan diteruskan di tingkat kabupaten/kota.

Selamatkan planet ini!!  Bumi hijau bakal memberi kesegaran dan kedamaian bagi penghuni planet bumi.  Untuk itu mari cintai lingkungan! (dewa dh)

Selasa, 09 Juli 2013

Kisah Nabi Adam AS


Setelah Allah s.w.t. menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya,laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya,menciptakan langit dengan mataharinya,bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya, mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhawatiran Para Malaikat.
Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu,mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari.Berkata mereka kepada Allah s.w.t.:”Wahai Tuhan kami!Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih,bertahmid,melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu.”