Sabtu, 20 Juli 2013

Jatinangor, Kecamatan di Sumedang yang Bercita Rasa Nusantara

oleh: Wachyu

Jatinangor merupakan satu kecamatan berada di ujung barat daya kabupaten Sumedang cukup unik dan menarik. Terletak di perlintasan jalan raya pos  yang dibangun Gubernur Jenderal Daendels pada masa era kolonial.   Kecamatan ini dulu bernama kecamatan Cikeruh. Agar tidak tumpang tindih dengan desa Cikeruh, kecamatan memiliki lokasi di gerbang Unpad ini berganti nama menjadi kecamatan Jatinangor.

Kecamatan Jatinangor berbatasan dengan Kabupaten Bandung ini tepatnya dengan kecamatan Cileunyi.   Di utara, Gunung Manglayang ini tampak anggun menjadi latar kampus pendidikan berada di bawahnya. Desa Cibeusi berada di sebelah barat dan Cileles dan Cilayung di utara dan timur menjadi pembatas wilayah kampus pendidikan. Adapun jalan raya Jatinangor di sebelah selatan menjadi pembatas wilayah yang dulu  berupa perladangan itu.  Sejak tahun 1980-an menjadi pusat studi dan tujuan pelajar se-Nusantara, bahkan mancanegara.  Banyak mahasiswa Nusantara dan negeri tetangga turut menimba di sejumlah kampus terkemuka yang berada di sini. 

Syahdan, pada tahun 1982, IKOPIN berdiri. Institut Koperasi  Indonesia (Ikopin) merupakan lembaga kedinasan di bawah Departemen Koperasi dan UKM sebagai pusat unggulan pengembangan ilmu manajemen, perkoperasian, dan kewirausahaan di tanah air.  

APDN (Akademi Pemerintahan Dalam Negeri, kini IPDN, sebelumnya STPDN) dibentuk pertama kali tahun 1972 di Malang, dan beberapa kota lainnya. Sejak tahun 1988 dibentuk APDN Nasional (dengan nama STPDN) berpusat di Jatinangor Sumedang.  Lembaga kedinasan di bawah Kementrian Dalam Negeri ini  menyelenggarakan pendidikan kepamongan dengan mahasiswa berasal dari seluruh propinsi di Nusantara.  Tahun 2009, STPDN diintegrasikan  ke dalam Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), dan  lahirlah  Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). 

Sebelumnya, Universitas Padjadjaran (UNPAD) memindahkan kampusnya yang tersebar di beberapa tempat seperti: Dipatiukur, Dago Pojok, Sekeloa, Pasirkaliki ke  kompleks UNPAD Jatinangor Sumedang secara bertahap. Didahului Fakultas Peternakan tahun 1983 dari Dago Pojok, diikuti Fakultas Pertanian/PEDCA, MIPA,  dan di tahun 1990-an Fakultas Sastra, FISIP, FIKOM dan fakultas lainnya. Tahun 2012, UNPAD memindahkan Rektoratnya ke Jatinangor.

Kemudian ITB membuka Kampus Jatinangor dengan menempati bekas Universitas Winaya Mukti Jatinangor. ITB Kampus Jatinangor merupakan bagian dari  Institut Teknologi Bandung (ITB)  didirikan 3 Juli 1920 sebagai sekolah teknik pertama di pemerintahan kolonial dengan nama Techniche Hoogeschool te Bandung.  Kampus utama ITB  berlokasi di Jl. Ganesha 10 di atas lahan seluas 29 hektar telah memiliki sebanyak 12 Fakultas dan Sekolah dan 1 Sekolah Pasca Sarjana dengan  50 buah program Studi S1

Gagasan mengembangkan ITB multi-kampus mendapat kesempatan emas pada tanggal 31 Desember 2010 dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama ITB dengan Pemerintah Propinsi Jawa Barat Nomor: 073/02/otdaksm/2010, untuk pengelolaan lahan pendidikan yang terletak di Jatinangor dan Tanjungsari Kabuoaten Sumedang.

Kampus ITB Jatinangor sebagai off G Campus pertama ini berada di atas lahan seluas 46 hektar direncanakan untuk pusat pengembangan keunggulan life sciences. Sedangkan off G Campus kedua, yang terletak di daerah Delta Mas, Kabupaten Bekasi direncanakan sebagai pusat pengembangan keunggulan industri-manufaktur.

Di lembah Manglayang berdiri pula  Pusat Pendidikan dan Latihan Lembaga Administrasi Negara (Pusdiklat LAN).  Pusdiklat milik Kemdagri ini berada 4,7 km dari jalan raya Jatinangor Polsek Jatinangor (atau Jatos Square).  Pusdiklat menggodok kader pemimpin birokrat di tanah air.  Adapula Kompleks Bumi perkemahan Dr. HC. Mashudi Kiarapayung berlokasi di kecamatan Jatinangor.   Bumi perkemahan di atas cukup populer di tanah air.  Selain itu,  terdapat Balai Diklat Kopertis Wilayah IV Jawa Barat berkantor di  samping Pangkalan DAMRI Jatinangor.  Tempat untuk menggodok calon dosen Kopertis untuk mengajar di perguruan tinggi swasta se-Jawa Barat.  ***


(*****Penulis, koresponden Blog LDII Sumedang, tinggal di Tanjungsari, *** diolah  dari berbagai sumber)

3 komentar:

  1. Sumedang punya aset.
    Peluang bagi warga sumedang tuk menimba ilmu semakin dekat.
    Jangan kalah pelajar luar,
    Good postingan. I like it

    BalasHapus
  2. Terima kasih. Komitmen kami tuk terus berbagi kebaikan dan hal-hal positif dalam blog ini.

    salam

    BalasHapus
  3. kak ,, ldii yang dekat dgn ipdn ada ta ?

    BalasHapus