Senin, 03 Agustus 2015

LDII Serukan Kembali Menjadi Bangsa Bermoral

  
bukber bersama media
Jakarta (11/7). Kondisi bangsa Indonesia yang menunjukkan demoralisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mengundang keprihatinan LDII. Di bidang politik, marak politik uang. Sementara itu penyelenggaraan pemerintahan masih diwarnai korupsi dan suap. Sementara dalam tataran sosial dan budaya, nilai-nilai barat dianggap sebagai modern dan mengabaikan kebijakan local dan nilai-nilai agama.

Ajakan itu diserukan Ketua DPP LDII Prasetyo Soenaryo dan Chriswanto Santoso, dalam acara buka bersama wartawan di Restoran Sinbad Petamburan, Jakarta Barat. Prasetyo Soenaryo menyebut ajakan kembali sebagai bangsa bermoral sebagai remoralisasi bangsa.

“Bersamaan dengan Ramadhan dan Idul Fitri, kami menyerukan remoralisasi bangsa. Mari dengan semangat Ramadhan memberikan kita semangat untuk peduli perbaikan moral bangsa, yang kini permisif. Kini sudah ada desakan agar pernikahan sejenis dibolehkan di negeri ini. Di sisi lain ada beberapa pihak yang mendorong agar pemenuhan hak-hak konstitusi untuk seseorang lebih utama dibandingkan dengan pelanggaran moral yang dilakukan oleh seseorang. Bisa jadi nanti ada orang yang bermoral rendah bisa menduduki jabatan publik yang strategis. Ini jelas kondisi yang memprihatinkan, dan seakan menyepelekan masalah moral bagi bangsa ini,” kata Prasetyo.