Sabtu, 03 Desember 2016

Hadiri Munas LDII, Presiden Jokowi: Menjadi Indonesia Berarti Junjung Tinggi Toleransi




Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta segenap elemen bangsa untuk terus menjaga cita-cita sebagai sebuah bangsa yang bersatu, sebuah masyarakat yang makmur sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa Indonesia.

“Menjadi Indonesia berarti setiap orang, setiap organisasi harus berjiwa Pancasila, berjiwa Bhinneka Tunggal Ika, menjunjung tinggi toleransi, berjiwa gotong royong,” tegas Presiden saat bersilaturahim sekaligus menghadiri Musyawarah Nasional VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tahun 2016, Rabu (9/11).Presiden memberikan apresiasi dan penghargaan pada kegiatan pengajaran, pengamalan dan penyebaran Islam berdasarkan Al Quran dan hadits yang dilakukan oleh LDII. Menurut Presiden, LDII selama ini telah turut serta menjaga keindahan kerukunan hidup di Indonesia.

Senin, 03 Agustus 2015

LDII Serukan Kembali Menjadi Bangsa Bermoral

  
bukber bersama media
Jakarta (11/7). Kondisi bangsa Indonesia yang menunjukkan demoralisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mengundang keprihatinan LDII. Di bidang politik, marak politik uang. Sementara itu penyelenggaraan pemerintahan masih diwarnai korupsi dan suap. Sementara dalam tataran sosial dan budaya, nilai-nilai barat dianggap sebagai modern dan mengabaikan kebijakan local dan nilai-nilai agama.

Ajakan itu diserukan Ketua DPP LDII Prasetyo Soenaryo dan Chriswanto Santoso, dalam acara buka bersama wartawan di Restoran Sinbad Petamburan, Jakarta Barat. Prasetyo Soenaryo menyebut ajakan kembali sebagai bangsa bermoral sebagai remoralisasi bangsa.

“Bersamaan dengan Ramadhan dan Idul Fitri, kami menyerukan remoralisasi bangsa. Mari dengan semangat Ramadhan memberikan kita semangat untuk peduli perbaikan moral bangsa, yang kini permisif. Kini sudah ada desakan agar pernikahan sejenis dibolehkan di negeri ini. Di sisi lain ada beberapa pihak yang mendorong agar pemenuhan hak-hak konstitusi untuk seseorang lebih utama dibandingkan dengan pelanggaran moral yang dilakukan oleh seseorang. Bisa jadi nanti ada orang yang bermoral rendah bisa menduduki jabatan publik yang strategis. Ini jelas kondisi yang memprihatinkan, dan seakan menyepelekan masalah moral bagi bangsa ini,” kata Prasetyo.

Minggu, 24 Mei 2015

Selamat bertanding


 Selamat Bertanding dalam pertandingan silat sekabupaten Sumedang 26 Mei 2015

Jumat, 27 Februari 2015

Bahas Ekonomi Syariah pada MEA, LDII Temui Jokowi

Pengurus LDII bersama Presiden RI, Bapak Jokowi di Jakarta

KBRN, Jakarta : Jajaran pengurus Lembaga Dakwah Islam indonesia (LDII) menermui Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (8/1//2015).   Dalam pertemuan itu, menurut Ketua Umum DPP LDII H. Abdullah Syam membahas mengenai peningkatan Sumber Daya Manusia melalui pendidikan formal maupun non formal serta latihan-latihan yang bekerjasama dengan organisasi Islam lain hingga instansi pemerintah.  

Selain itu, lanjutnya, pertemuan itu juga membicarakan mengenai penguatan ekonomi syariah di Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean tahun 2015 ini.  

Minggu, 21 Desember 2014

Audiensi Pengurus DPD LDII dengan Kejaksaan Kab, Sumedang

"Pihak kejaksaan menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan-kegiatan LDII kab. Sumedang. Silahkan untuk selalu berhubungan dan berkomunikasi dengan sebaik-baiknya di antara kita" Demikian sambutan  Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang, Bapak Zulkarnain, S.H, M.H saat mnerima audiensi dari pengurus DPD LDII kab. Sumedang. Audiensi tersebut dilaksanakan pada hari selasa, 18 November 2014. 

Pada kesempatan tersebut, ketua DPD LDII Kab. Sumedang, Bapak H Usep Aziz Solehuddin menyampaikan program kerja dan kegiatan kegiatan LDII di Kab. Sumedang. LDII siap membantu pemerintah untuk membangun bangsa ini dari sisi pembangunan mental. Sehingga LDII bisa benar2 berkontribusi di tengah-tengah masyarakat. 

Minggu, 26 Oktober 2014

Kasubbag TU Kemenag Sumedang Buka Festival Anak Soleh III/2014

DPD LDII Sumedang dan Kasubag TU Kemenag

"Kita optimis, melalui Festival Anak Soleh diyakini sebagai ajang menguji keterampilan atau kemampuan yang ada, kemampuan memahami al Quran dan dapat diimplementasikan dengan kemampuan mengamalkan  di masyarakat, pada akhirnya melahirkan generasi yang taat kepada orang tua, dan mampu beribadah kepada Allah SWT ... "  demikian penggalan sambutan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sumedang, Bapak Drs. H. Yayan Muhtar sekaligus membuka secara resmi Festival Anak Saleh III Tahun 2014 di Kompleks GOR Tajimalela, Jalan Pangeran Sugih 42. Gunung Kunci, Sumedang (Minggu, 24 Oktober 2014)