Minggu, 28 Juli 2013

Itikaf dan Lailatul Qodar 10 Malam Akhir Ramadhan


Gambar samping. Mesjid tempat  melakukan i'tikaf dalam mempersungguh beribadah. Ada lipatan pahala seribu bulan  pada malam qadr di sepuluh malam terakhir (admin)

Pada masa kenabian Bani Israil ada 4 orang alim yang selama hidupnya 80 tahun beribadah kepada Allah tanpa berbuat kesalahan sedikitpun. Meraka adalah Ayub, Zakaria, Hizkil bin A’juz dan Yusak bin Nun. Kabar tersebut mengherankan sekaligus membuat iri umat Islam dan para sahabat pada masa Nabi Muhammad s.a.w. 

Kemudian Allah mengutus Malaikat Jibril untuk mengabarkan bahwa Allah menurunkan yang lebih baik dari itu yaitu Malam Qodar. Beribadah satu malam saat turunnya Lailatul Qodar pahalanya lebih baik dari pada beribadah selama seribu bulan atau 80 tahun penuh. Menurut petunjuk Rasulullah s.a.w. Malam Qodar jatuh di dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan.

1766 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيِّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: اعْتَكَفْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَشْرَ الْأَوْسَطَ مِنْ رَمَضَانَ، فَقَالَ: «إِنِّي أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَأُنْسِيتُهَا، فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ، فِي الْوَتْرِ»
__________
حكم الألباني] صحيح
… dari Abi Said Al-Hudri, berkata: Saya itikaf bersama Rasulillahi SAW sepuluh hari yang tengah dari bulan Ramadan maka Nabi bersabda,”Sesungguhnya saya diperlihatkan pada malam Qodr maka saya dilalaikan (oleh Allah) tentang Lailatul Qodr tersebut. Maka carilah Lailatul Qodr itu dalam sepuluh hari terakhir yang ganjil”.
[Hadist Ibnu Majah no. 1766 Kitabushiam]


Kamis, 25 Juli 2013

Silaturahim dan Buka Puasa Bersama antara LDII, Kemenag, MUI, dan Ormas Islam Kabupaten Sumedang

Jajaran Pengurus DPD LDII Kabupaten Sumedang mengadakan kegiatan Silaturahim dan Buka Puasa Bersama dengan  Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumedang,  perwakilan ormas Islam Muhammadiyah, Nahdatul Ulama dan Syarikat Islam  Kabupaten Sumedang pada hari Kamis, 25 Juli 2013.  Kegiatan berlangsung Masjid Sonda Al-Basyir Jl. Dewi Sartika, Sumedang  pukul 16.30 s.d. selesai.

Selain dihadiri Ketua MUI Kabupaten Sumedang, Bapak Drs. KH. Adam Malik Ibrahim, hadir pula beberapa ketua/pengurus MUI kecamatan seperti: Tanjungsari, Sumedang Selatan, Buahdua, dan sebagainya.  Dari LDII dihadiri oleh jajaran pengurus harian (DPD), Dewan Penasihat, dan Ketua PC/PAC di lingkungan DPD LDII Kabupaten Sumedang.  Kegiatan ini diliput oleh wartawan Sumedang seperti: Sumedang Ekspress, RKS, Par TV, dan Official Blog LDII Sumedang..  

Menag Suryadharma Ali Resmikan Pesantren LDII Nurul Iman Bogor (15/7)


Menteri Agama Republik Indonesia Suryadharma Ali meresmikan Pondok Pesantren NURUL IMAN Budi Agung, Bogor pada hari Senin, 15 Juli 2013.  Disela-sela kegiatan tsb, dilakukan pula  ifthar (buka puasa) bersama dan santunan 1000 (seribu) anak yatim.   Menag Suryadharma Ali secara terbuka menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LDII atas peran, upaya, dan konsistensinya dalam membantu kaum dhuafa dan menyejahterakan ummat.  (berita : nuansa online.net)


Memahami Perbedaan Prinsip Antara Bank Syariah dengan Bank Konvensional


Oleh : Ibnu Anwaruddin, SH., Angg. dept. KIM DPP LDII
Email : ian_pujakesuma@yahoo.co.id (Hp. 08174970703, 081383283313)

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” QS. Ali Imron, 3:130
Berbicara mengenai perbankan syariah sebenarnya tidak lengkap tanpa mengurai bagaimana sejarah, tujuan penerapan prinsip syariah, batasan-batasan prinsip syariah, jenis produk pembiayaan syariah, ketentuan hukum, Dewan Pengawas Syariah dll. Namun untuk mengawali rubrik syariah ini penulis tidak akan akan memaparkan secara keseluruhan mengenai hal-hal tersebut di atas, namun lebih kepada pokok permasalahan mengenai perbedaan yang mendasar antara prinsip syariah dengan prinsip konvensional.

Sebelum membicarakan beberapa perbedaan sistem bank Islam dengan sistem bank konvensional, perlu diberikan suatu penjelasan perbedaan antara bagi hasil dan pemberian bunga dalam bidang perniagaan, khususnya dalam operasional bank. Selama 4 tahun mengabdi pada sebuah bank yang beroperasional secara syariah, penulis banyak menemukan kesalahan pemahaman di kalangan banyak orang yang menganggap bahwa bagi hasil tidak ada bedanya dengan pemberian/pengambilan bunga, untuk dapat memahami perbedaan yang sangat mendasar tersebut terlebih dahulu harus dipahami hal-hal sebagai berikut :

Sabtu, 20 Juli 2013

Jatinangor, Kecamatan di Sumedang yang Bercita Rasa Nusantara

oleh: Wachyu

Jatinangor merupakan satu kecamatan berada di ujung barat daya kabupaten Sumedang cukup unik dan menarik. Terletak di perlintasan jalan raya pos  yang dibangun Gubernur Jenderal Daendels pada masa era kolonial.   Kecamatan ini dulu bernama kecamatan Cikeruh. Agar tidak tumpang tindih dengan desa Cikeruh, kecamatan memiliki lokasi di gerbang Unpad ini berganti nama menjadi kecamatan Jatinangor.

Kecamatan Jatinangor berbatasan dengan Kabupaten Bandung ini tepatnya dengan kecamatan Cileunyi.   Di utara, Gunung Manglayang ini tampak anggun menjadi latar kampus pendidikan berada di bawahnya. Desa Cibeusi berada di sebelah barat dan Cileles dan Cilayung di utara dan timur menjadi pembatas wilayah kampus pendidikan. Adapun jalan raya Jatinangor di sebelah selatan menjadi pembatas wilayah yang dulu  berupa perladangan itu.  Sejak tahun 1980-an menjadi pusat studi dan tujuan pelajar se-Nusantara, bahkan mancanegara.  Banyak mahasiswa Nusantara dan negeri tetangga turut menimba di sejumlah kampus terkemuka yang berada di sini. 

Syahdan, pada tahun 1982, IKOPIN berdiri. Institut Koperasi  Indonesia (Ikopin) merupakan lembaga kedinasan di bawah Departemen Koperasi dan UKM sebagai pusat unggulan pengembangan ilmu manajemen, perkoperasian, dan kewirausahaan di tanah air.  

APDN (Akademi Pemerintahan Dalam Negeri, kini IPDN, sebelumnya STPDN) dibentuk pertama kali tahun 1972 di Malang, dan beberapa kota lainnya. Sejak tahun 1988 dibentuk APDN Nasional (dengan nama STPDN) berpusat di Jatinangor Sumedang.  Lembaga kedinasan di bawah Kementrian Dalam Negeri ini  menyelenggarakan pendidikan kepamongan dengan mahasiswa berasal dari seluruh propinsi di Nusantara.  Tahun 2009, STPDN diintegrasikan  ke dalam Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), dan  lahirlah  Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). 

Sebelumnya, Universitas Padjadjaran (UNPAD) memindahkan kampusnya yang tersebar di beberapa tempat seperti: Dipatiukur, Dago Pojok, Sekeloa, Pasirkaliki ke  kompleks UNPAD Jatinangor Sumedang secara bertahap. Didahului Fakultas Peternakan tahun 1983 dari Dago Pojok, diikuti Fakultas Pertanian/PEDCA, MIPA,  dan di tahun 1990-an Fakultas Sastra, FISIP, FIKOM dan fakultas lainnya. Tahun 2012, UNPAD memindahkan Rektoratnya ke Jatinangor.

Kamis, 18 Juli 2013

LDII Resmikan Majelis Taufiq Wal Irsyad dan Green Dakwah


Jakarta (ANTARA News) -  Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) meresmikan berdirinya Majelis Taufiq Wal Irsyad yang bertugas melakukan analisis terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan beragama melalui telaah Alquran dan Alhadits untuk menyelesaikan berbagai problema yang dihadapi umat Islam.

Peresmian berdirinya majelis itu dilakukan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas LDII) di IPB International Convention Center, Bogor, Jabar, Rabu (11/4).

Pada kesempatan itu Menteri Agama Suryadharma Ali yang didampingi Ketua Umum DPP LDII Prof Dr Abdullah Syam, menyambut baik berbagai kegiatan positif LDII yang diharapkan dapat menghapus  stigma yang muncul  Indonesia saat ini dianggap menghambat kebebasan untuk memeluk agama.

Rabu, 17 Juli 2013

Asrama Caberawit Libur Panjang 2013

ASRAMA PENGAJIAN CABERAWIT

Pada liburan panjang sekolah tahun 2013 lalu, sejumlah PC/PAC LDII di lingkungan DPD LDII  Kabupaten Sumedang berhasil menyelenggarakan asrama bagi anak-anak usia taman kanak-kanak/sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan atas juga mahasiswa. 

Berikut adalah catatan asrama Caberawit. Untuk anak usia TK/SD, materi diberikan   adalah belajar membaca IQRA/Tilawati, tata cara shalat/berwudu, menghafal do'a-do'a, adab akhlak, dan mendengarkan kisah-kisah Nabi dan sahabat dibawakan oleh ustad/ustadzah setempat.  Materi diselingi kegiatan bersifat praktik, sehingga penyampaian materi  cukup atraktif dan menarik.  Panitia Asrama menyediakan konsumsi secara cuma-cuma bagi seluruh peserta.

Asrama pembinaan caberawit (anak usia dini/SD) maupun remaja dan dewasa secara rutin dilaksanakan di hari libur panjang di wilayah DPD LDII Kabupaten Sumedang.  Menurut Ketua DPD LDII Kabupaten Sumedang, Ustad H. Usep Aziz Sholehudin, kegiatan asrama bagi generasi muda memiiliki nilai strategis dalam membekali generasi dengan keilmuan dan penanaman karakter luhur dan mulia.   Keduanya, mengisi kegiatan liburan  yang efektif dan lebih bermakna.   

Di akhir kegiatan asrama, peserta asrama caberawit se-Kabupaten Sumedang unjuk kebolehan dalam Festival Anak Soleh II yang diadakan di kota Sumedang, 30 Juni 2013.   Mereka berkreasi dalam lomba mewarnai, adzan, do'a, murotal qur'an, dan sebagainya. Acara ini dapat dimaknai sebagai wujud silaturahmi dan refreshing menyenangkan bagi anak-anak. (admin1)

Rabu, 10 Juli 2013

Tertidur Seratus Tahun

Pada suatu hari ketika 'Uzair memasuki kebunnya yang subur dengan pepohonan yang hijau daunnya dan lebat buahnya. Hatinya terpesona dengan keindahan pemandangan kebunnya. Ia pun memetik beberapa buah-buahan untuk dibawa pulang. Setelah itu ia  pulang dengan keledainya sambil menikmati keindahan alam sekitarnya. Ia tidak sadar bahwa keledai yang ditungganginya telah tersesat jalan. Setelah sekian lama barulah ia sadar bahwa ia telah berada di suatu daerah yang tidak dikenali serta sudah jauh dari desa tempat tinggalnya.

‘Uzair memperhatikan sekeliling daerah yang asing itu.

“Hmm.. Tempat ini seperti bekas sebuah kampung yang binasa akibat peperangan dahsyat…” pikirnya.

Shalat Mencegah dari Perbuatan Keji dan Munkar

Ada seorang lelaki yang merayu-rayu seorang wanita agar mau melakukan zina dengannya. Segala jurus tipu daya ia lakukan untuk meruntuhkan keteguhan iman sang wanita. Memang, lelaki itu ganteng sekali, ditambah lagi ia sangat kaya dikampungnya. Tentu saja tidak sedikit wanita yang menaruh hati padanya. Bagaimana dengan wanita yang dirayunya itu ? Wanita tersebut sebetulnya sudah bersuami. Ia adalah seorang istri yang taat kepada suaminya. Suaminya sendiri adalah seorang yang taat pula. Perihal rayuan lelaki itu ia adukan kepada suaminya.

"Wahai suamiku, lelaki kaya yang tinggal disebelah sana itu seringkali menggoda aku. Ia tinggal masih sekampung dengan kita. Tiap kali ia berpapasan denganku, atau kebetulan saja bertemu dengannya, pasti saja ia merayu-rayu aku agar mau berbuat zina dengannya. Ia terus-menerus melakukan hal itu padaku. Apa yang harus aku perbuat, suamiku ?"

LDII GO Green di Kiarapayung Jatinangor Sumedang


DPD LDII Kabupaten/Kota se-Jawa Barat berkumpul di Jatinangor, Kabupaten  Sumedang Jawa Barat dalam rangka mengikuti Seminar dan Pencanangan Gerakan Penghijauan LDII GO GREEN Provinsi Jawa Barat.  Acara tersebut  dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat yaitu Bapak H. Dede Yusuf  pada tanggal 5 Agustus 2010 di Bumi Perkemahan Kiara Payung Jatinangor, Sumedang Jawa Barat.

DPD LDII Provinsi Jawa Barat beserta seluruh Ketua DPD LDII Kabupaten/Kota telah sepakat untuk melaksanakan Gerakan Penghijauan di Jawa Barat sesuai dengan arahan  yang tersurat dalam Pidato Ketua Umum DPP LDII Pusat yaitu : Bapak Prof. DR. Ir. KH. Abdulah Syam, M.Sc., APU. di mana  Beliau menginginkan Jawa Barat Hejo Lembok.

Dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan tersebut, DPD LDII Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat mencanangkan  Gerakan  Penghijauan di Jawa Barat dalam OBIT (One Billion Indonesian Trees=Obit)  dan program ini  akan diteruskan di tingkat kabupaten/kota.

Selamatkan planet ini!!  Bumi hijau bakal memberi kesegaran dan kedamaian bagi penghuni planet bumi.  Untuk itu mari cintai lingkungan! (dewa dh)

Selasa, 09 Juli 2013

Kisah Nabi Adam AS


Setelah Allah s.w.t. menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya,laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya,menciptakan langit dengan mataharinya,bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya, mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhawatiran Para Malaikat.
Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu,mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari.Berkata mereka kepada Allah s.w.t.:”Wahai Tuhan kami!Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih,bertahmid,melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu.”